Oleh: ismailku | 13 November 2009

PETANI KJA STOP TANAM IKAN

Purwakarta, (PR).-
Menghadapi perubahan musim dari kemarau ke hujan, para pembudi daya ikan di waduk Jatiluhur Purwakarta mulai menghentikan menanam ikan di kolam jaring apungnya. Ancaman arus balik (upwelling) menjadi momok bagi para petani sehingga mereka tidak memaksakan membudidayakan ikan di musim seperti sekarang ini.

Hal serupa terjadi juga di wilayah Waduk Cirata. Petani japung diminta untuk mewaspadai perubahan cuaca.

“Perubahan musim akan menimbulkan perubahan arus di waduk yang dapat mematikan ikan-ikan yang dibudidayakan. Oleh sebab itu, daripada merugikan usaha mereka lebih baik menghentikan menanam ikan di musim seperti sekarang ini,” kata H. Darwis, Ketua Himpunan Pembudidaya Ikan Kolam Jaring Apung (Hipni KJA) Waduk Jatiluhur Purwakarta kepada “PR”, Kamis (8/10) kemarin.

Menurut dia, sekarang ini termasuk dirinya yang juga memiliki kolam jaring apung mulai menghentikan menanam ikan mas dan ikan lainnya karena dengan tibanya musim hujan sekarang ini akan menyebabkan terjadinya perubahan arus balik di kolam jaring apung.

Namun demikian, masih ada petani kolam jaring apung yang tetap memaksakan membudidayakan ikan yang tahan terhadap terjadinya arus balik yaitu ikan jenis patin.

“Akan tetapi, mereka tidak terlalu berlebihan membudidayakan ikan yang tahan terhadap arus balik karena di musim seperti sekarang ini tidak ada satu pun ikan yang bisa bertahan terhadap arus balik,” ujar Darwis.

Diakui Darwis, serangan arus balik yang di area waduk Jatiluhur ini diprediksi akan terjadi pada bulan Desember saat curah hujan tinggi. Oleh karena itu, untuk menghadapinya para petani mulai sekarang menghentikan membudidayakan ikan.

“Ikan-ikan yang sekarang dibudidayakan itu adalah ikan yang kemungkinan pada akhir bulan November itu bisa dipanen,” tutur Darwis.

Waduk Cirata

Sementara itu, pembudi daya ikan jaring terapung (japung) Waduk Cirata yang ada di wilayah Kabupaten Cianjur diimbau agar mengantisipasi perubahan cuaca yang terjadi akhir-akhir ini. Kondisi saat ini cuaca yang terus berubah membuat kandungan oksigen di dalam air waduk menjadi minim sehingga bisa mengancam terjadinya kematian ikan milik pembudi daya dalam jumlah besar.

“Kami sudah mendapat laporan ada kematian ikan di daerah Calingcing, memang relatif kecil sekitar dua belas ton kejadiannya tiga hari setelah Lebaran lalu. Akan tetapi, gejala alam saat ini memang perlu diantisipasi supaya kematian ikan dalam jumlah besar bisa dicegah,” kata Kepala Bidang Perikanan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Cianjur Ahmad T. Sofawie, Kamis (8/10).

Menurut dia, cuaca yang berubah drastis saat ini bisa menyebabkan kandungan oksigen dalam air semakin menipis. Sebab, bila terjadi proses pembalikan air atau arus balik, bisa menyebabkan kematian dalam jumlah banyak.(A-86/A-116)***

Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Jum’at 09 Oktober 2009


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: