Oleh: ismailku | 3 Agustus 2009

Ribuan Kolam Jaring Apung Terlantar

Ribuan Kolam Jaring Apung Dibiarkan Kosong

Republika Newsroom
Minggu, 02 Agustus 2009 pukul 17:46:00

PURWAKARTA — Sekitar 30 persen dari total 17.000 Keramba Jaring Apung (KJA) di Waduk Jatiluhur, dibiarkan dalam keadaan kosong dan terlantar. Keberadaan, KJA yang kosong itu menambah persoalan di perairan air tawar tersebut. Karena itu, pihak Perusahaan Jasa Tirta (PJT II) Jatiluhur bersama dengan Dinas Peternakan dan Perikanan setempat, akan menertibkan keberadaan KJA yang kosong itu.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kab Purwakarta, Heri Herawan, mengatakan, keberadaan KJA yang tak beroperasi itu dinilai menganggu pemandangan Waduk Jatiluhur. Selain itu, kata dia, konstruksinya yang terbuat dari kayu dan bambu, tak sedikit yang sudah lapuk dan tenggelam. Sehingga, bila dibiarkan bisa mencemari air.

”Penertiban KJA itu tinggal dikoordinasikan dengan PJT II. Penertiban ini, juga untuk mendata KJA yang statusnya masih ilegal,” kata Heri, Ahad (2/8).

Dikatakan dia, lebih dari 5.000 KJA tersebut sudah tidak berfungsi lantaran sudah sejak lama ditinggal pemiliknya. Namun, penertiban terhadap KJA yang terlantar tidak dapat dilaksanakan hanya oleh dinas. Pasalnya, yang memiliki kewenangan terhadap Waduk Jatiluhur adalah PJT II.

Dia pun mengakui, permasalahan di Waduk Jatiluhur sangatlah komplek. Perlu penataan lebih lanjut agar jumlah KJA tidak terus bertambah. Karena berdasarkan data yang ada padanya, jumlah yang beroperasi dengan kuota sudah overload. Sesuai ketentuan, hanya dialokasikan sebanyak 2.100 unit. Pada kenyataannya membludak hingga mencapai 17.000 unit.

Malasah lainnya, lanjutnya dia, adalah persoalan perijinan. Para pemilik yang sadar akan kewajibannya sangatlah minim, yakni sebanyak 1.100 unit KJA. Selebihnya bisa dikategorikan illegal. Meskipun. Mereka memiliki kontrak dengan PJT II selaku pihak pengelola perairan, namun ijin untuk mendirikan usaha kewenangannya tetap ada di pemkab.

Dampak atas banyaknya KJA yang ilegal, yaitu terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tahun 2008 kemarin, pendapatan yang bisa ditarik antara Rp 20 sampai 40 juta. Pada akhir 2009 ini, pihaknya menargetkan pemasukan PAD sebesar Rp 100 juta. Caranya melalui kebijakan tidak dapat diperbaharuinya Surat Ijin Usaha Perikanan (SIUP). Ijin itu hanya berlaku selama pemilik menjalankan usaha perikanan.

Dihubungi terpisah, Direktur Utama PJT II Jatiluhur, Djendam Gurusinga, membenarkan apabila sudah ada perencanaan guna menertibkan KJA yang kosong. Karena keberadaan bangkai KJA tersebut bisa menambah kesemrawutan di perairan tersebut. Apalagi, kata dia, saat ini sudah memasuki musim kemarau. Artinya, volume air di Waduk Jatiluhur akan mengalami penyusutan.

”Kapan KJA itu ditarik, kita belum menentukan jadwalnya. Mungkin sebelumnya harus ada pembicaraan dengan pihak Disnakan setempat. Memang, jumlah KJA yang kini beroperasi sudah membludak,” ujar Djendam. win/pur


Responses

  1. sekarang katanya teman saya setiap jual ikan slalu harganya anjlok.ikan mas slalu dimonopoli tengkulak ikan

    • tidak setiap jual ikan pak, memang ada saat saat nya harga ikan anjlok seperti sekarang, pernah juga melambung tinggi, bukan hanya mas tapi juga nila dan patin. banyak faktor tapi menurut saya faktor kunci nya bukan monopoli tengkulak, saya petani pak, petani murni bukan bandar / tengkulak. main ikan mas di jaring apung emang ada seni nya, tapi lama lama juga tau koq aturan mainnya. terusin aja dan ambilah pengalaman dari begitu banyak petani kja…! banyak yang berhasil koq, insya allah

      • selamat siang pak,untuk memaksimalkan keuntungan saat panen dapat dengan cara menggunakan pakan alternatif yaitu dengan pakan laen (udang) yang py kandungan protein paling tinggi 33% diantara pakan laennya.harganya jg dibawah harga pakan laennya..
        Saya py pakan udang tersebut harganya cm 5rb@kg ato 250rb@karung..gimana mau mencoba?.pada dasarnya komposisi protein yang paling dominan untuk menghasilkan berat daging ikan mas….

      • boleh juga tuch pak, kolam bi pada dasarnya membuka diri terhadap hal hal baru. mau test farm juga boleh pak, nanti saya siapkan kolam nya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: