Oleh: ismailku | 30 Juli 2009

Minat Konsumsi Ikan Lele Masih Rendah

Minat Konsumsi Ikan Lele Masih Rendah

http://www.Seputar-indonesia.com Wednesday, 29 July 2009

SUKABUMI (SI) – Minat masyarakat untuk mengonsumsi ikan lele relatif masih rendah.Padahal,ikan lele memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi.

Selain itu, ikan lele telah menjadi salah satu komoditas perikanan budi daya unggulan yang sedang dikembangkan pemerintah sebagai program penguatan produk perikanan dalam negeri. Hal ini dikemukakan Ibu Negara Ani Yudhoyono saat meresmikan Desa Sejahtera di Kampung Cijangkar,Kelurahan Cisarua,Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, kemarin.

”Minat masyarakat untuk mengonsumsi ikan lele masih rendah. Mungkin ada beberapa faktor yang menjadi penyebab, seperti pengolahan masakan ikan lele yang masih sangat rumit, padahal ikan ini memiliki kandungan gizi yang tinggi,”ujar Ani Yudhoyono. Dia mengatakan, saat ini budi daya ikan lele dan patin sedang digiatkan oleh pemerintah untuk peningkatan konsumsi ikan secara nasional guna menguatkan pemasaran produk perikanan dalam negeri. Bahkan,ikan lele mampu menembus pasar ekspor. ”Saya berharap masyarakat turut melakukan budi daya ikan lele,”tuturnya.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Dr Made L Nurdjana menjelaskan, permintaan pasar ikan lele setiap tahunnya terus meningkat. Pada 2008 lalu, penyediaan ikan untuk konsumsi diperkirakan sebesar 29,98 kg/kegiatan/ tahun atau 6.850 ton. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan 2007 yang hanya mencapai 25 kg/kegiatan/tahun atau 5.759 ton.

Dia menambahkan,angka konsumsi ikan secara nasional pada 2008 sebesar 28 kg/kapita/tahun atau meningkat dari tahun 2007 sebesar 26,03 kg/kapita/tahun. Sementara, pada 2009 dan 2010, peningkatan konsumsi ikan ditargetkan masing-masing sebesar 30,16 kg dan 30,89 kg/kapita/tahun.

”Budidaya ikan lele ini tidak harus banyak menyerap investasi. Sebab, sangat mudah dipelihara dan penggunaan airnya sangat efektif. Bila dilihat dari harga beli atau jual, ikan lele relatif sangat murah, yakni sekitar Rp9.000 per kg,”ungkapnya.


Responses

  1. nice info gan😉


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: