Oleh: ismailku | 27 Juli 2009

EKSPOR PERIKANAN JABAR MENINGKAT 51,9 PERSEN

EKSPOR PERIKANAN JABAR MENINGKAT 51,9 PERSEN

Bandung, Kompas – Nilai ekspor sektor perikanan Jawa Barat pada semester I-2009 mencapai 9,309 juta dollar AS atau sekitar Rp 90 miliar. Kondisi ini meningkat sekitar 51,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2008 senilai 6,128 juta dollar AS atau Rp 60 miliar. Peningkatan nilai ekspor ini disebabkan bertambahnya negara tujuan dan komoditas ekspor produk perikanan.

Kepala Bidang Pengembangan Usaha Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Provinsi Jabar Atih Rachlan, Kamis (23/7) di Bandung, mengatakan, volume pengiriman komoditas perikanan Jabar selama semester I-2009 naik 136,79 persen atau mencapai 4.473,304 ton daripada periode yang sama tahun sebelumnya, 1.889,975 ton.

Selama semester I-2009 Jabar mulai melakukan pengiriman beberapa komoditas baru, seperti ikan buntal dan belut hidup. Selain itu, muncul juga sejumlah negara pengimpor baru, seperti Uni Emirat Arab dan Belgia.

Berdasarkan data DKP Jabar, kontribusi ekspor paling tinggi tercatat pada Maret 2009 dengan volume mencapai 931,818 ton senilai 1,630 juta dollar AS atau sekitar Rp 16 miliar. Adapun ekspor terendah terjadi pada Februari, 447,286 ton dengan nilai 1,130 juta dollar AS atau sekitar Rp 11 miliar.

Komoditas ikan unggulan Jabar adalah layur beku dengan total volume ekspor mencapai 1.119,98 ton dengan nilai transaksi 1,427 juta dollar AS. Kontribusi komoditas baru ekspor perikanan Jabar, yakni belut hidup, baru mencapai 1.420 dollar AS dengan volume sekitar 1,5 ton. Rp 195,3 miliar

Hingga akhir tahun 2009, DPK Jabar menargetkan realisasi ekspor produk perikanan Jabar mampu mencapai 8.153,5 ton atau meningkat 10 persen daripada tahun sebelumnya. Tahun 2008, volume ekspor ikan Jabar 7.412,3 ton dengan nilai sekitar 16,3 juta dollar AS atau Rp 195,3 miliar.

Meski demikian, peningkatan volume ekspor ikan itu, menurut Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Jabar Maman Supriadi, kemungkinan terjadi pada awal 2009. Alasannya, memasuki pertengahan tahun, volume tangkapan ikan justru menurun karena datangnya musim angin timur. (GRE)

Sumber: Harian Kompas, Jum’at, 24 Juli 2009


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: