Oleh: ismailku | 27 Juli 2009

Debit Air Waduk Jatiluhur Menyusut

Debit Air Waduk Jatiluhur Menyusut

http://www.seputar-indonesia.com

Sunday, 26 July 2009

INDRAMAYU(SI) – Debit air Waduk Jatiluhur menyusut,sehingga sekitar 670 ha sawah di Kecamatan Kandanghaur,Kabupaten Indramayu, mengalami kekeringan dan terancam gagal panen.

Pasokan air irigasi dari Waduk Jatiluhur menjadi sumber pengairan utama bagi persawahan dan saluran irigasi di wilayah tersebut.Sementara, pengadaan air melalui pompanisasi untuk mengatasi masalah tersebut tidak berlangsung maksimal karena debit air di alur-alur sungai yangadasudahmenyusut.Selainitu, kondisi air mulai asin akibat intrusi air laut.

Kekeringan di Kecamatan Kandanghaur terjadi merata di 13 desa yang ada.Kondisi kekeringan sudah terbilang kritis berada di enam desa yakni Desa Parean Girang, Bulak, Wirapanjunan ,Karangmulya,Wirakanan, dan Piranti. Ketua Mitra Cai Desa Bulak Samin mengatakan,sebagian besar tanaman padi yang ada sudah menjelang panen dengan rata-rata usia tanaman berkisar 25–75 hari.Karenanya, bila tidak segera ditanggulangi dari Perum Jasa Tirta (PJT) II akan mengalami kekeringan dan berimbas pada kegagalan panen.

Selain faktor musim kemarau, kekeringan juga disebabkan tidak meratanya distribusi air irigasi dari PJT II maupun Bendung Rentang. Hal itu disebabkan sebagian besar desa di Kecamatan Kandanghaur berada di posisi paling ujung dari kedua sumber air tersebut. Menurut Kepala Cabang Dinas Pertanian dan Peternakan Kecamatan Kandanghaur Suharjoni, dari 5.755 ha sawah yang ditanami padi musimgadu,sekitar 670 ha sudah terancam kekeringan.Karenanya,pemerintah Kecamatan Kandanghaur telah mengajukan permohonan kepada PJT II untuk mendistribusikan air secara intens guna menyelamatkan area tanaman padi.

Kepala PJT II Patrol Odih Sodikin menjelaskan, kekeringan dan ancaman gagal panen ratusan ha tanaman padi di Kecamatan Kandanghaur terjadi akibat penurunan drastis debit air dari Waduk Jatiluhur.Saat ini debit air yang mengalir dari Waduk Jatiluhur hanya sekitar 27 m3 perdetikatauhanya sekitar60% dari kondisi normal.

“Debit air dari Waduk Jatiluhur menurun drastis saat musim kemarau, ini yang menjadi masalah utama,”ujar Odih. (tomi indra)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: